Minggu, 29 Januari 2012


IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI AMINA, KARBOHIDRAT,
PROTEIN, DAN  LEMAK

A.     AMINA
I.     TUJUAN
Mengenal  identifikasi amina dan mengetahui pereaksi spesifiknya.
II.   TEORI
Amina merupakan senyawa organik yang mengandung atom-atom nitrogen trivalent yang terikat pada satu atom karbon atau lebih.
Contoh amina: RNH2, R2 NH, R3N
Amina tergolong ke dalam basa organik lemah yang dapat bereaksi dengan asam membentuk garam yang dapat larut dalam air, tetapi dalam keadaan bebas amina sulit atau hampir tidak larut dalam air kecuali dengan senyawa amina yang berwujud gas. Amina merupakan turunan dari amoniak dimana satu atau lebih atom hidrogennya diganti oleh gugus alkil. Dengan R.U = R-NH2.
Amina dibagi 3, yaitu:
1.      Amina Primer
Ø  1 atom H diganti dengan alkil
  1. Amina Sekunder
Ø  2 atom H diganti dengan alkil
3.      Amina Tersier
Ø  3 atom H diganti dengan alkil
Senyawa amina dapat membentuk suatu garam amonium garam, garam ini dikelompokkan menjadi:
        a. Garam Amina
Ø  Garam yang mengandung atom H
  b. Garam Amonium Kuartener
Ø  Garam yang tidak ada atom H, karena ke 3 nya berikatan dengan alkil.
Sifat-sifat Amina:
1.      Amina termasuk golongan basa. Karena itu dapat bereaksi dengan asam
R- NH2 + HCl → RNH2HCl
2.      a. Amina primer dengan asam nitrat, mengahasilkan menghasilkan alkohol dengan    nitrogen .
R- NH2  HONO → ROH +N2 + H2O         R-N-H → amina I
      b. Amina sekunder dengan asam nitrat, menghasilkan nitrogamin.
      c. Amina tersier tidak dapat bereaksi dengan asam nitrit.
3.      Senyawa amina merupakan titik didih atau sifat fisik lainnya lebih besar dibandingkan senyawa alkohoh dengan massa molekul yang bersamaan atau hampir sama.
4.      Senyawa amina mempunyai sifat polar dibandingkan hidrokarbon tapi kurang polar dibanding alkohol.
5.      Senyawa amina mempunyai bau yang spesifik
6.      Garam dari amina mudah larut dalam air.
7.      Sifat garam dari asam amina lemah dari basa amina kerena gugus NH2 terpengaruh oleh gugus COOˉ
Sifat Basa Amina
Sifat basa amina dipengaruhi oleh gugus alkil pendorong ē. Sifat basa amina dipengaruhi oleh gugus alkil maka akan semakin basa dan sebaliknya.
Bagian molekul yang paling reaktif dari suatu amina:
-           NH2
-           NHR
-           NR2


III.   PROSEDUR PERCOBAAN
3.1  Alat dan Bahan
a.      Alat
-      Tabung reaksi berfungsi untuk mencampurkan zat yang akan dipraktikumkan.
-      Pipet tetes berfungsi untuk memipet larutan yang diinginkan.
b.      Bahan
-       Anilin sebagai bahan amina
-       Dimetilanin sebagai bahan amina


3.2    Skema Kerja
1.    Reaksi dengan asam nitrit
Rounded Rectangle: 2mL senyawa anilin + 5mL HCl encer
 


Dimasukkan dalam tabung reaksi
Rounded Rectangle: Dinginkan dalam es
 


                                                                 Setelah dingin
Rounded Rectangle: Ditambah 3mL NaNO2 10
Rounded Rectangle: Diamati
 





2.    Khusus untuk anilin
Rounded Rectangle: Anilin + 1 tetes Br dalam CCl4
 


Dimasukkan dalam tabung reaksi
Rounded Rectangle: Diamati
 


3.    Amina dengan HCl
Rounded Rectangle: Amina + HCl
 


Dipanaskan
Rounded Rectangle: Ditambahkan air
Rounded Rectangle: Diamati
 





4.    Amina dengan CH3COOH
Rounded Rectangle: Amina + asetat anhidrida
 


Dipanaskan sampai mendidih
Rounded Rectangle: Dituangkan di dalam air es, dan diamati
 



B.  KARBOHIDRAT
I.     TUJUAN
Mengenal identifikasi karbohidrat dan mengetahui pereaksi spesifiknya.
II.  TEORI
Karbohidrat adalah suatu senyawa organik yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, hewan. Kabohidrat merupakan bagian yang digunakan sebagai jaringan penunjang dari tumbuh-tumbuhan dan sumber tenaga bagi manusia dan hewan.
Kabohidrat dianggap sebagai senyawa antara atom karbon dan molekul air, atau sebagai karbohidrat yang terhidrasi dan disebut “hidra arang”
Berdasarkan penguraian sakarida terbagi atas 4 bagian:
  • Monosakarida
Ø  Senyawa karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi unit yang lebih sederhana sekali.
  • Disakarida
Ø  Karbohidrat yang bisa dihidrolisis menjadi 2 monosakarida.
  • Oligosokarida
Ø  Kabohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi besar dari 4 monosakorida.
Sifat umum dari monosakarida dan disalkarida
1.      Merupakan kristal yang ada pada umumnya bewarna putih dan larut dalam air karena mempunyai banyak gugus fungsi (alkohol, aldehid dan keton).
2.      Mempunyai rasa manis karena umumnya senyawa ini mempunyai 3 gugus OH  yang berdampingan.
3.      Bersifat optis aktif terutama senyawa karbohidrat yang menghasilkan asam.
4.      Sedikit larut dalam alkohol tapi tidak larut dalam pelarut organik karena tidak punya gugus yang sama.
Sifat Umum Polisakarida:
1.      Berbentuk amorf, umumnya tidak larut dalam air
2.      Tidak punya rasa
3.      Tidak bersifat optis aktif
Identifikasi Karbohidrat:
1.      Pereaksi Molish
2.      Dengan Fehling A dan Fehling B
3.      Dengan HNO3 pekat.. Menghasilkan atau mengoksidasi aldehid dengan CH2OH
Monosakarida dapat dibedakan atas:
·         Aldosa
Ø  Monosakarida yang memiliki gugus fungsi aldehid
·         Ketosa
Ø  Monosakarida yang memiliki gugus fungsi keton – C = O
Monosakarida juga digolongkan berdasarkan jumlah atom C dalam molekulnya. Cotoh:
·         Triosa → monosakarida yang terdiri atas 3 atom C
·         Tetrasa →  monosakarida yang terdiri atas 4 atom C
·         Pentosa → monosakarida yang terdiri atas 5 atom C
Monosakarida heksosaterdiri dari 2 molekul.
·         Glukosa yang mempunyai gugus aldehid
·         Fruktosa yang mempunyai gugus keton
Monosakarida menjadi atom C asimetris, sehingga memerlukan isomer optis aktif misalnya  D- glukosa dan  L – glukosa, struktur molekul glukosa maupun fruktosa dapat merupakan rantai panjang yang merupakan struktur molekul siklohemiasetal atau melingkar.
Monosakarida = fruktosa > glukosa >glaktosa.
Disakarida  = sukrosa > maltosa > laktosa
Secara umum : fruktosida > sukrosa > gukosa > maltosa > laktosa > glaktosa
Disakarida tersusun dari 2 molekul monosakarida  contohnya:
·         Sukrosa yang terdiri dari 2 molekul monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa.
·         Maltosa, terdiri dari glukosa dan glukosa
·         Laktosa , terdiri dari glukosa dan galaktosa
Adapula polisakarida yang tersusun oleh banyak molekul  monosakarida . Contoh:
·         Amilum
·         Glikogen
·         Selulosa


III.    PROSEDUR PERCOBAAN
3.1      Alat dan Bahan
a)     Alat
-      Tabung reaksi berfungsi untuk mencampurkan zat yang akan dipraktikumkan.
-        Pipet tetes berfungsi untuk memipet larutan yang diinginkan.
b)     Bahan
-Gula pasir ( sukrosa ) digunakan sebagai sampel.
-Tepung kanji digunakan sebagai sampel.
-Larutan kanji digunakan sebagai sampel.
-Kertas saring digunakan sebagai sampel.


3.2     Skema kerja
      1. Uji kelarutan

Masing-masing karbohidrat diuji kelarutannya dengan :
Air dingin, air panas, etanol panas, etanol dingin, Asam sulfat encer, asam sulfat pekat, asam klorida encer
    
      2. Tes molish
Karbohidrat ditambahkan 2-3 tetes α naftol 10%
               
Dikocok dan ditambahkan asam sulfat pekat
sedikit demi sedikit

      3. Reaksi dengan fenil hidrazin

Karbohidrat ditambahkan larutan fenil hidrazin
Sedikit demi sedikit
             
Diamati yang terjadi
     
4.      Reaksi dengan fehling

Karbohidrat ditambahkan fehling A dan fehling B
            
Dipanaskan dan diamati

5.      Reaksi dengan kertas saring

Kertas saring ditambahkan HCl encer
           
Dipanaskan dalam penangas air lalu disaring
           
Fitrat diambil lalu dibagi menjadi 2 bagian
          
Bagian pertama ditambahkan fenil hidrozin
Bagian kedua ditambahkan fehling, diamati

      6. Dengan kapas

Kapas ditambahkan HNO3 dan ditambah CH3COOH
               
Dipanaskan lalu dinginkan dan diamati

C.  PROTEIN
I.     TUJUAN
Mengenali identifikasi protein dan mengetahui pereaksi spesifiknya.
II.  TEORI
Protein merupakan senyawa politeptida dengan berat molekul besar yang mengandung unsur C, H, N, O, dan juga menjadi unsur seperti protein dikenal dengan nama zat putih telur yang merupakan senyawa yang sangat penting dalam semua sel hidup, karena protein merupakan dinding sel.
Sifat protein ditentukan oleh asam amino penyusunnya oleh karena itu, sifat protein  = sifat aminonya.
Protein merupakan polimer alam yang tersusun dari asam-asam amino. Asam amino memiliki 2 gugusan yaitu gugus karboksil yang bersifat asam dan gugus amino yang bersifat basa, sedangkan asam amio bersifat amfoter.
Ikatan yang menghasilkan 2 molekul asam amino disebut ikatan peptida dan senyawa yang terbentuk disebut dipeptida. Protein tersusun dari banyak ikatan peptida atau polipeptida.
Asam amino ada 2 macam:
·         Asam yang tidak esensial
Ø  Asam yang tidak dapat larut disentesis dalam tubuh, jadi harus terdapat dalam makanan sehari-hari.
Contoh:
-          Leusin                                         -   Isoleusin
-          Lusin                                          -    Fenil alanin
·         Asam amino non esensial
Ø  Yang dapat disintesis dalam tubuh.
Contoh:
-          Glisin                                          -    Tirosin
-          Alanin                                         -     Prolin
Protein dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan fungsi biologisnya.
Berdasarkan bentuk protein dibedakan atas:
·         Protein Serat
Ø  Serabut panjang yang liat dan tidak larut dalam air
·         Protein Globular
Ø  Bentuknya agak bulat dan larut dalam air.
Berdasarkan Fungsi Biologisnya, dibedakan atas:
·         Enzim
·         Protein transpor
·         Protein nutrien dan penyimpanan
·         Protein kontraktil
·         Protein struktur
·         Protein pertahanan
·         Protein pengatur
Sifat-Sifat Asam Amina
·         Bersifat optis aktif kecuali glisin tidak mempunyai atom C asimetris, tidak bisa memutar polimerisasi.
·         Ion zwitter
Molekul asam amino dapat mengalami reaksi intromolekul membentuk ion polar.
·         Berat molekul besar
·         Umurnya ± dari 20 asam amino
·         Struktur tidak stabil terhadap PH, suhu, radiasi, dan medium.
·         Umumnya reaktif dan spesifik.










III.   PROSEDUR PERCOBAAN

3.1  Alat dan Bahan
a) Alat
-       Tabung reaksi berfungsi untuk mencampurkan zat yang akan dipraktikumkan.
-        Pipet tetes berfungsi untuk memipet larutan yang diinginkan.
a) Bahan
-          Putih telur digunakan sebagai sampel.
-          Kuning telur digunakan sebagai sampel.


3.2    Skema Kerja
1.  Tes biuret
Larutan protein 2 mL + 1 mL NaOH 10%
Kocok lalu tambahkan 2-3 CuSO4 10%
Amati

2.       Tes xantoprotein
Larutan protein 2 mL + 5 tetes HNO3
          ↓
Panaskan ,setelah dingin + NH4OH
              ↓
Amati

3. Tes molish
Larutan protein + 2-3 tetes α naftol 10%
       ↓
Amati

4. Tes milon
Larutan protein  1 mL + pereaksi milon 
              ↓
Kocok lalu amati yang terjadi
              ↓
Panaskan sampai mendidih
              ↓
Dinginkan lalu + 1 tetes HNO2
              ↓
Amati

5. Tes ninhidrin
Larutan protein 2 mL + 1 mL pereaksi ninhidrin
              ↓
Panaskan lalu dinginkan
          ↓
Amati



6. Urea
Urea dilelehkan
Setelah dingin + air sampai larut
+ CuSO4/NaOH
         ↓
Amati




D. LEMAK
I. TUJUAN
Mengenal identifikasi lemak atau minyak dan mengetahui pereaksi spesifiknya.
II. TEORI
Lemak atau mimyak adalah ester dari gliserol atau disebut juga trigliserida yang dibedakan jenuh atau tidaknya gugus alkil. Lemak sering dinamakan minyak. Pada dasarnya lemak dan minyak itu adalah sama.
Sifat Lemak
·         Bersifat non polar
·         Tidak larut dalam air
·         Dapat larut dalam pelarut non polar seperti eter, karbon tetraklorida, dan kloroform.
Perbedaan antara lemak dan minyak:
·         Lemak
Ø  Pada temperatur kamar, lemak berbentuk padat
Ø  Umumnya terdapat pada hewan
Ø  Mempunyai ikatan tunggal
·         Minyak
Ø  Pada temperatur kamar. Minyak berbentuk cair.
Ø  Umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan
Ø  Mempunyai ikatan rangkap
Lemak adalah ester dari gliserol dan asam lemak (asam-asam karboksilat dengan rantai alkil yang panjang)
Lemak disusun atas asam-asam lemak.
·         Senyawa jenuh
Ø  C11 H23  COOH (asam larutan / asam dedeknoat)
Ø  C13 H27 COOH (asam miristat / asam tetradekanoat)
Ø  C15 H31 COOH (asam palmilat / asam heksadekanoat)
Ø  C17H35  COOH (asam stearat / asam okta dekanoat)
·         Senyawa tidak jenuh
Ø  C17 H33 COOH (asam oleat / asam - 9 - okta dekanoat)
Ø  C17 H31 COOH (asam linoleat /asam 9, 12 - okta dekanoat)
Ø  C17 H29 COOH (asam linoleat / asam 9, 12, 15 - okta dekanoat)
Lemak yang mempunyai akil jenuh berwujud padat, yang memeiliki rantai alkil tak jenuh berwujud cair (minyak), lemak tak jenuh ini disebabkan adanya ikatan rangkap pada atom C.
Sifat Fisika Lemak
·         Sukar larut dalam pelarut polar, mudah larut dalam perut non polar.
·         Lemak memiliki titik didih yang tinggi dan kebanyakan bentuk padat .
·         Reaksi titik lebur asam nitrat lemaknya tinggi , makin tinggi pula titik lebur minyak / lemak.
·         Minyak umumnya bersifat cair.
      Sifat Kimia Lemak
·         Dapat teroksidasi sehingga menimbulkan bau / rasa.
·         Dapat terhidrolisis dengan bantuan enzim lipase. Larutan asam alkalin menghasilkan gliserol dan asam lemak.



III. PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan
a)  Alat
-            Tabung reaksi berfungsi untuk mencampurkan zat yang akan dipraktikumkan.
-            Pipet tetes berfungsi untuk memipet larutan yang diinginkan.
b) Bahan
-     Minyak kelapa digunakan sebagai sampel.
-     Minyak jagung digunakan sebagai sampel.
-     Minyak bimoli digunakan sebagai sampel.
-     Margarin digunakan sebagai sampel.
-     Gajih sapi digunakan sebagai sampel.




















3.2 Skema kerja
      1. Reaksi dengan NaOH
Zat + NaOH 30%
   ↓
Panaskan dalam penangas air  + air
                                ↓
Kocok dan amati

      2. Reaksi dengan Bronin danCCl4
Lemak dilarutkan dalam aseton /eter
                                                                             
+ bronin dalam CCl4 setetesdemi setetes

      3. Reaksi dengan KMnO4
Lemak dilarutkan dalam aseton/eter + 1-2 tetes KMnO4
                                              ↓
Amati yang terjadi
     
      4. Reaksi dengan fehling
Zat + H2SO4 encer
              ↓
Panaskan lalu tumpahkan dalam air
              ↓
Terbentuk 2 lapisan, lapisan atas dibagi ke
dalam 3 tabung reaksi
              ↓
Tabung 1 + KMNO4
              ↓
Tabung 2 + heksan + NaOH
            ↓
Tabung 3 + heksan + brom
            ↓
Lapisan bawah + CuSO4
            ↓
Kocok & amati



4.2 Pembahasan
A. AMINA
Pada reaksi dengan Asam Nitrit, senyawa anilin ditambah dengan HCl encer sehingga warna larutan menjadi bening dan larut. Reaksi amina dengan Br dalam CCl4, larutan akan berubah menjadi kuning bening, senyawa larut dan menjadi panas. Reeaksi amina ditambah dengan HCl dan dipanaskan larutan akan menjadi bening dan larut.
Jika senyawa warna ditambah dengan Asam Asetat anhidrida dan dipanaskan, warna larutan akan menjadi bening dan larut.
B. KARBOHIDRAT
Uji kelarutan karbohidrat dengan beberapa pelarut tertentu, secara umum karbohidrat tidak larut dan ada yang larut. Sukrosa, tepung kanji, dan larutan kanji secara umum larut dalam pelarut tersebut. Sedangkan kertas saring tidak larut dalam pelarut-pelarut tersebut. Percobaan ini dilkukan untuk mengetahui ada atau tidaknya ikatan glikogen pada karbohidrat. Reaksi fenil hidrazin dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya senyawa karbonil di dalam karbohidrat. Reaksi karbohidrat dengan fehling A dan fehling B dilakukan untuk mengetahui adanya gugus aldosa dan ketosa di dalam karbohidrat.
C. PROTEIN
Pada protein, untuk menguji ada atau tidaknya ikatan peptida dalam protein dilakukanlah uji biuret, yang mana jika mengandung ikatan peptide warna larutan akan berubah menjadi ungu.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya gugus fenil (inti benzene) dalam protein, dilakukanlah tes xanthoprotein. Jika mengandung gugus fenil, warna larutan akan berubah menjadi kuning.
Senyawa protein direaksikan dengan pereaksi Ninhidrin, warna larutan akan berubah menjadi ungu. Secara teori pada uji milon dan uji molish, jika senyawa protein direaksikan dengan a-naftol dan pereaksi milon warna larutan akan menjadi merah.
D. LEMAK
Pada uji kelarutan lemak dengan NaOH dan Br dalam CCl4, secara umum lemak tidak larut dalam pelarut tersebut. Reaksi lemak dengan KMnO4, lemak juga tidak larut.
Lemak ditambah dengan H2SO4 encer, senyawa lemak juga tidak akan larut. Larutan tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama ditambah dengan NaOH terbentuk emulsi dan dua lapisan. Bagian kedua ditambah dengan heksan dan KMnO4, terbentuk tiga lapisan. Bagian kedua yang lain ditambah dengan heksan dan Br/CCl4, terbentuklah dua lapisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar